TALCOTT PARSONS

Talcott Parsons adalah salah satu tokoh sosiologi terkenal. Dia membuat sejumlah karya-karya teoritis besar. Salah satu teorinya yang terkenal adalah Fungsionalisme Struktural. Di dalam bahasan fungsional struktural ini, terdapat sebuah skema yang terkenal yaitu skema A-G-I-L.. A-G-I-L merupakan kepanjangan dari Adaptasi – Goal Attainment ( pencapaian tujuan ) – Integrasi – Latensi (pemeliharaan pola).

Adaptasi merupakan suatu keharusan bagi sistem-sistem sosial untuk menghadapi lingkungannya. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan tersebut dan menyesuaikan lingkungan dengan kebutuhan-kebutuhannya. Contohnya, seseorang yang baru saja lulus SMA kemudian ia melanjutkan kuliah,otomatis ia akan berada pada lingkungan yang baru. Untuk itu ia harus dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sekarang agar ia dapat beradaptasi dengan sekitarnya.

Goal attainment ( Pencapaian Tujuan ) merupakan suatu persyaratan fungsional yang muncul dari tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan utama. Contohnya : tujuan seorang mahasiswa pergi kekampus adalah untuk belajar menuntut ilmu, mencari teman, dan lain sebagainya.

Integrasi merupakan pengatur hubungan bagian-bagian yang menjadi komponennya. Contohnya : seorang mahasiswa harus menjalin hubungan yang baik dengan dosen dan mahasiswa lainnya. Hal ini dilakukan karena integrasi dilakukan untuk menjamin adanya ikatan emosional di dalam sistem sosial  agar menghasilkan solidaritas dan kerelaan untuk bekerja sama. Dengan kata lain, ia harus menjaga hubungan antara ketiga skema yang lain (adaptasi, goal attainment, latensi).

Latensi (pemeliharaan pola) merupakan suatu sistem yang harus melengkapi, memelihara, dan memperbaiki, baik motivasi individual maupun pola-pola kultural. Contohnya : seorang mahasiswa harus dapat menjaga pola hubungan antara dosen dan mahasiswa lain agar interaksi diantara mereka dapat dipertahankan.

Keempat skema ini pada dasarnya saling berkaitan. Jika salah satu dari skema ini tidak dijalankan, maka skema-skema yang lainnya akan sia-sia untuk dilakukan. Maksudnya, sebuah sistem (tindakan) akan berlaku jika skema A-G-I-L ini dijalankan karena skema A-G-I-L ini menjadi ciri dari seluruh sistem. Contoh perumpamaannya : setiap fakultas tentu terdapat struktur kepemimpinannya (dekan- pembantu dekan – dosen – mahasiswa), jika di sebuah fakultas tersebut tidak ada seorang dekan, maka struktur kepemimpinan di fakultas tersebut akan mengalami gangguan dan sistem didalamnya tidak akan bekerja. Hal ini juga akan terjadi jika sebuah sistem sosial tidak menjalankan salah satu dari skema A-G-I-L.

Parsons melihat sistem sosial sebagai sistem interaksi. Ia menempatkan status-peran sebagai unit terdasar dari sistem. Status-peran ini bukan merupakan aspek aktor namun merupakan komponen struktural sistem sosial. Status mengarah pada posisi struktural dalam sistem sosial dan peran adalah apa yang dilakukan oleh aktor dalam suatu posisi. Disini aktor dianggap hanya sekumpulan status dan peran saja. Contohnya :  seorang mahasiswa datang ke kampus untuk kuliah, disini status seseorang tersebut adalah sebagi mahasiswa. Karena statusnya sebagai mahasiswa, maka peran yang ia lakukan adalah pergi ke kampus untuk kuliah.

Di dalam sistem sosial, kita akan jumpai kata aktor. Aktor yang dimaksud disini adalah individu. Disini aktor berfungsi sebagai komponen dalam sistem sosial. Karena aktor lah yang menjalankan semua proses dalam sistem sosial. Ketika membahas aktor dan sistem sosial, Parsons mengatakan bahwa persyaratan bagi terpeliharanya integrasi pola nilai di dalam sistem adalah proses internalisasi dan sosialisasi.  Ia tertarik pada cara mengalihkan norma dan nilai sistem sosial kepada aktor di dalam sistem sosial itu sehingga norma dan nilai menjadi bagian dari kesadaran aktor.


Daftar Pustaka

Nazsir, Nasrullah. 2009. Teori – Teori Sosiologi. Bandung : Widya Padjadjaran.

Ritzer, George – Douglas J. Goodman. 2004. Teori Sosiologi (Cetakan ke lima). Bantul : Kreasi Wacana Offset.

Ritzer, George – Douglas J. Goodman. 2010. Teori Sosiologi Modern. Jakarta : Kencana.